Film ini berfokus pada dinamika hubungan antara (diperankan oleh Louis Garrel), seorang remaja berusia 17 tahun yang taat beragama, dan ibunya, Hélène (diperankan oleh aktris legendaris Isabelle Huppert). Setelah kematian mendadak sang ayah akibat kecelakaan mobil, Pierre yang selama ini tinggal di sekolah asrama kembali ke rumah dan menghabiskan musim panas bersama ibunya di Kepulauan Canary, Spanyol.
Kisah berlanjut ke area yang lebih gelap ketika Hélène mendorong kekasihnya yang juga amoral, Réa (Joana Preiss), untuk mengambil keperawanan putranya sendiri di tempat umum. Film ini menggambarkan perjalanan emosional dan seksual yang intens antara ibu dan anak, yang berujung pada kerusakan diri (self-annihilation). Analisis Tema dan Gaya Sinematik ma mere sub indo
As the story unfolds, Hélène draws Pierre into her world of hedonism, characterized by drugs, alcohol, and unrestricted sexuality. After she mysteriously leaves, Pierre is placed in the care of her mistress and an icy sadist, with whom he becomes entangled. The film chronicles Pierre's transformation from a confused adolescent into a fully, if darkly, initiated adult under his mother's twisted guidance. Film ini berfokus pada dinamika hubungan antara (diperankan
Meskipun premis ceritanya sangat mengganggu, aspek yang membuat film ini tetap diakui di sirkuit festival adalah kualitas akting dari para pemeran utamanya: Film ini menggambarkan perjalanan emosional dan seksual yang
Kamu baru di sini, kan? Dengan Hélène?
Tidak... aku membutuhkannya. Aku membencinya, tapi aku membutuhkannya.
Yuk, kita bahas lebih dalam mengenai sinopsis, kontroversi, serta panduan menontonnya secara aman di bawah ini! 0;7a;0;a5; 18;write_to_target_document7;default0;1e1;